Senin, 03 Maret 2014

tugas ISBD


Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)

MAKALAH







Disusun Oleh :
 Juhaenit 







KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, dengan izin Nya-lah kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Ilmu Sosial Budaya Dasar”. Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sosial Budaya. sholawat beserta salam kami sampaikan pada junjungan kita nabiyullah Muhammad saw, karna dengannyalah hidup kita menjadi terang dengan ilmu dan perubahan yang beliau bawa.


Cirebon,    November 2011





DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I Pendahuluan

BAB II Pembahasan
1. Pengertian ISBD
2. Tujuan ISBD
3. Ruang Lingkup ISBD

BAB III Penutup
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA




PENDAHULUAN




Hubungan yang erat antara manusia (terutama masyarakat) dan kebudayaan telah lebih jauh diungkapkan oleh Melville J. Herkovits dan bronislaw Malinowski, yang mengemukakan bahwa cultural determinism berarti segala sesuatu yang terdapat didalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu. (Soemardjan, Selo: 1964: 115). Kemudian Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic. Karena kebudayaan berturun temurun dari generasi ke generasi tetap hidup. Walaupun manusia yang menjadi anggota masyarakat sudah berganti karena kelahiran dan kematian.

Terciptanya suatu kebudayaan itu bukan hanya dari sebuah pemikiran dari ahli kebudayaan atau pun dari budi manusia, tetapi juga karena adanya interaksi atara manusia dengan alam sekitarnya. Bahkan dalam agama, dikatakan manusia sebagai kholifah atau pemimpin di bumi. maka dari itu ia pun dianugerahi daya cipta, rasa dan karsa yang luar biasa dari sang Maha pencipta.



PEMBAHASAN



Pengertian, Tujuan dan Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Dalam ISBD ada dua kategori yakni Ilmu Sosial dan Ilmu budaya. namun saya akan membahas IBD yakni Ilmu Budaya dasar.
Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
1.Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah
2.Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
3.Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1.Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
2.Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4.menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu yakni :
1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.


Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1.Manusia dan cinta kasih
2.Manusia dan Keindahan
3.Manusia dan Penderitaan
4.Manusia dan Keadilan
5.Manusia dan Pandangan hidup
6.Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7.Manusia dan kegelisahan
8.Manusia dan harapan

REFERENSI

pamerdi Giri Dkk. 2010. ilmu sosial dan budaya dasar. widya sari press. salatiga.
herimanto. 2006. ilmu sosial dan budaya dasar. bumi aksara.
koentrajaningrat (Ed). 1975. manusia dan kebudayaan di indonesia. jakarta. jambatan.

Minggu, 02 Maret 2014

CIREBON religi

Hai sobat joli semua...
kalau mendengar kata cirebon pasti pikirannya langsung tertuju ke udang. nah luh pasti penasarankan?
pastinya donk. ini sebutan bagi kota cirebon "cirebon kota udang" kenapa begitu? karena konon katanya dulu itu nama cirebon bukan cirebon tapi cai rebon yang artinya cai itu air dan rebon itu udang. maka dari itu di kota cirebon banyak bahkan terkenal udangnya di sejagat dunia hehe.
okay. langsung za pada pokok pembahasan yah saudara-saudara. disini joli akan membagikan info tentang wisata religi yang ada di kota cirebon. cek this out....

Tempat Wisata Religi / Ziarah di Cirebon
  1. Makam Sunan Gunung Jati
  2. Situs Batu Tulis huludayeuh
  3. Petilasan Cimandung
  4. Situs Pasanggrahan Balong Biru
  5. Balong Keramat Tuk
  6. Makam keramat Megu
  7. Situs Lawang Gede
  8. Makam Nyi Mas Gandasari
  9. Makam Syekh Magelung Sakti
  10. Makam Talun
  11. Makam Buyut Trusmi
  12. Makam P. Jakatawa dan Syeh Bentong


1. Makam Nyimas Gandasari

Daya tarik lain dari Kabupaten Cirebon yang erat kaitannya dengan budaya. Makam ini merupakan sebuah komplek di mana terdapat makam Nyi Mas Ratu Gandasari, menempati lahan tertutup seluas 5 x 5 m dengan ukuran makam 170x60x73 cm. Menurut cerita,  Ratu Mas adalah seorang putra Sayyid Mlik Sholeh dari Aceh yang dibawa oleh Ki Kuwu Cirebon ke Jawa. Untuk mengislamkan Raja Galuh, Ratu Mas berupaya dengan beberapa cara, yaitu menyamar (berubah wujud) menjadi perempuan cantik dan oleh Syech Syarif Hidayahtullah dengan sebutan Nyi Mas Ratu Ayu Gandasari.
Lokasi:  Desa Pangurangan, Kecamatan Arjawinangun
Koordinat : 6°37'21"S   108°27'13"E

2. Makam Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati adalah salah satu diantara sembilan orang penyebar agama Islam terkenal di Pulau Jawa yang dikenal dengan sebutan Wali Sanga. Bila ditarik garis keturunannya maka silsilah sebelum Sunan Gunung Jati akan sampai kepada Nabi Muhammad SAW melalui cucu Nabi yang bernama Imam Husain. Pada masa kejayaannya Sunan Gunung Jati juga dikenal sebagai Pemimpin rakyat karena beliau pernah menjadi raja di Kasultanan Cirebon, bahkan sebagai sultan pertama Kasultanan Cirebon yang dulunya bernama Keraton Pakungwati.
Kawasan Makam Sunan Gunung Jati terdiri dari dua kompleks makam. Yang utama ialah Kompleks Makam Sunan Gunung Jati di Gunung Sembung terdiri dari sekitar 500 makam, letaknya di sebelah barat Jln. Raya Cirebon-Karangampel-Indramayu. Yang satu lagi yakni Kompleks Makam Syekh Dathul Kahfi di Gunung Jati, berada di timur jalan raya. Menuju makam Sunan Gunung Jati kami melintasi jalan setapak berkelok, berpapasan dengan banyak pengemis segala usia, melwati rumah penduduk yang cukup rapat dan sebuah Masjid yang merupakan bagian dari kompleks makam.

Makam Sunan Gunung Jati terletak di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Propinsi Jawa Barat, Indonesia. Makam Sunan Gunung Jati berjarak kurang lebih 6 km ke arah utara dari Kota Cirebon. Untuk menuju lokasi makam ini pengunjung dapat menggunakan kendaran pribadi (mobil) atau naik angkutan umum (bus) dari Terminal Cirebon. Dari terminal ini, pengunjung naik bus jurusan Cirebon—Indramayu dan turun di lokasi. Perjalanan dari Cirebon menuju lokasi makam ini biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit.
Untuk sekarang infonyaa sampai disini dulu ya saudara...
selamat mencoba berwisata religi di kota cirebon
sampai jumpa di wisata selanjutnya...

Sabtu, 01 Maret 2014

makna sakit

share info


Makna Sakit
By Munif Chatib

بسم الله الرحمن الرحيم
Kala sakit di tanah suci, ada hal yang saya syjuri yaitu rukun haji sudah tuntas. Hanya terakhir lempar jumroh yang diwakilkan. Namun setiap detik terus menjadi perenungan buat saya, kenap
a saya sakit? Pada saat wukuf di Arofah saya sudah demam. Pada saat tawaf ifadhoh saya menjalankannya dengan kursi roda, padahal sebelumnya saya sampai empat kali tawaf sunnah dengan sehat walafiat. Pertanyaan besarnya kenapa saya sakit? Saya mencoba meyakinkan diri kalau sakit saya adalah penghapus dosa-dosa besar saya. Dengan sakit berarti saya sekarang seperti bayi, seperti lahirkan kembali. Alangkah bahagianya ketika saya mendapat pesan dari seorang sahabat tentang makna sakit. Sebuah artikel sederhana yang cukup menyejukkan dari Ustad Muhammad Arifin Ilham. Saya lampirkan artikel tersebut di bawah ini. Saya mengajak semua sahabat untuk merenungkan artikel bagus ini.

Makna Sakit
Oleh: Muhammad Arifin Ilham 
Sakit, sebagaimana juga setiap ujian, bukan menguji ketangguhan dan kemampuan. Sebab sakit Allah beri sudah sesuai dengan takaran dan daya tahannya. 
Ia sejatinya menguji kemauan untuk memberi makna. Maka bagi dia yang mampu memberi makna terbaik bagi sakit, insya Allah kemuliaannya diangkat dan membuat malaikat yang selalu sehat takjub.

Sakit adalah jalan kenabian Ayub yang menyejarah. Kesabarannya yang lebih dari batas (disebut dalam sebuah hadits 18 tahun menderita penyakit aneh) diabadikan jadi teladan semesta. Dan atas kenyataan sejarah tersebut, hari ini cobalah bercermin kepadanya. 
Hari ini pula kita bisa bercermin kepada sosok-sosok mulia yang pernah juga sakit. Sakit, yang di ujung penggal kehidupan mereka yang ditemukan adalah kemuliaan serta terus bertambah derajat kemuliaanya di mata Allah SWT. 

Imam As-Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu; Imam Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa; Nabi tercinta kita pun pernah sakit oleh racun paha kambing di Khaibar yang menyelusup melalui celah gigi yang patah di perang Uhud. Bukankah setelah akhirnya sakit, semuanya semakin mulia di mata Allah bahkan juga di mata sejarah manusia.
Sakit itu zikrullah. Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma Allah dibanding ketika dalam sehatnya. 

Sakit itu istighfar. Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit. Sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun.
Sakit itu tauhid. Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibat yang akan terus digetar?
Sakit itu muhasabah. Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali. Sakit itu jihad. Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah; diwajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya. 

Bahkan sakit itu ilmu. Bukankah ketika sakit, dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.
Sakit itu nasihat. Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri. Yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar. Allah cinta dan sayang keduanya. 
Sakit itu silaturrahim. Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.
Sakit itu gugur dosa. Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan yang sakit dinyerikan dan dicuci-Nya.
Sakit itu mustajab doa. Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoaka oleh mereka. 
Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan; diajak maksiat tak mampu-tak mau; dosa lalu malah disesali kemudian diampuni.
Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis; satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit. 
Sakit meningkatkan kualitas ibadah; rukuk-sujud lebih khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-doa jadi lebih lama. 
Sakit itu memperbaiki akhlak; kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu. 

Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati. Mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambutnya, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan. Karena itu mulailah belajar untuk tetap tersenyum dengan sakit. Wallahu A’lam

Ya Allah SWT semoga sakitku di tanah suci termasuk dalah satu hikmah yang bermakna seperti artkel di atas. Terima kasih bu Nina yang mengirimkan artikelnya. Terima kasih ustad Arifin Ilham atas tulisannya yang memberi semangat. Kini saya tambah yakin, sakitku bukan azab Allah atau musibah negatif yang tak bermakna. Sebaliknya ada jutaan hikmah yang mengguyur bak air hujan.
الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Aku Ingin

AKU INGIN
Karya : Sapardi Djoko Damono

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat di sampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

1989

Jumat, 28 Februari 2014

Ajari Aku Kembali

Ajari aku

Ajari aku merasakan kembali
Menumbuhkan benih-benih yang ku tinggali
Ajari aku merindu lagi
Dari sosok yang tak pernah mendatangi
Ajari aku bercerita
Dari kisah cinta yang tak pernah nyata
Ajari aku mencintaimu
Wahai pangeran belahan jiwa ku
Walau semua tahu itu mustahil bagiku


Long Distence Relationship


Sebuah BBM berhsil membangunkanku subuh ini... "plunk"
"Bangun sayank... udh subuh.. met shlt n ngaji ajjah."
Langsung ku bls.. dgn menomor 2 kan sholat.. "ia mas mksh n sm2 ajjah..."
"Ia sayang "
"So sweat bgt mas meski tak pernh brsma nmun perhtianmu ckp mngaskn kebrdaanmu d ht Q" crtanya LDRan hehe
"Tak ush bicr sprti itu krn smua itu Q lkukn ats kehndk cinta"
"Ia mas aku belajar kata cinta dr mu selaksa matahri yg sllu ceria n ikhls memancrkan chyanya hanya saja dgn menyesal aku ingin ktkan aku tak mencintaimu"
"Jngn brcnda dinda.." degan nada sedikit kesal.
"Ini sungguhan. Aku hanya tak ingn kau menysal krn ku yg tak sesuai, tp jika kau mencintai Allah dgn memilh ku sebagai pendamping hdupmu yg halal akan aku terima dgn basmalah "
"Ah.. dinda bisa ajjah. Y udh sana sholt subh dlu..." balasnya singkat.
------
Seusai sholt... Q raih hp n mulai ku ketik pesn untuknya yg jauh dimata "Mas lg apa? Dinda dah shlt n ngaji nih..."
Aku thu bntr lg jg blsnnya "Lg mikrin km syang... Trus dinda udh sarapan blm?"
Benar sja tbkan ku... Bbm yg dkrim cowok mata panda itu isinya sama persis dgn dugaanku.
"Mas knp sih km cinta ma aku?" Pertnyaan klise pun aku daratkan di bbmnya.
"Bukankahku sdh mengutrknny dlu kla aku menmbkmu."
"Aaah. Mas kan cuma bilng cintaku tak mampu ku jlskan dgn kata2 hnya lakuku yg akan kau phmi sesdh kita menikah. Gtu ajjah. Dinda ingn jwbn yg serius."
"Itu sudh cukup serius sayang... kamu tuh suka kumat yah oonnya..."
"Tuh kan? Ia trus knp mas suka sama orang oon ky saya. Jngn blng mas suka orng oon biar bisa d oon stiap saat"
"Ih.. sayang fikirannya jelek amat. Gk gtu juga kali"
"Trus apa?"
Nanti lw ketemu mas akn jelaskan se jelas2nya biar cwek cuabbiku ne jd pinter "
 "
BBM pun b'akhir.. 1 bln kmdian
jam mkn siang kami b'temu di sebuah kaffe yg cukup lah buat tongkrongan mahasiswa kere kayak saya...
Di sebuah kursi kami duduk dalam kebisuan yang teramat dalam. berpuluh menit tak mampu membuka kata sedikitpun hanya sepintas saling pandang.

#b'smbng

Kamis, 27 Februari 2014

selamat datang di blog baruku :)

Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 

jum`at mubarok tepat tanggal 28-februari-2014 (27.04.1435)
saya memulai coretan dalam lembar blog baru saya. semoga bermanfaat bagi saya dan umumnya bagi yang baca. 
tak akan panjang lebar dengan narasi pertama ku maka dengan kalimat Laahaula Walaa Quwwata Illaabillah...
saya mulai jejak-jejak yang indah ini.

salam ukhuwah fillah...

selamat membaca...

Wassalamu`alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh