Kamis, 06 Maret 2014

Wisata Walisongo

Dengan ucapan Bismillahi Tawakkaltu Alallah...
Q mulai perjalanan wisata religiku ke wali songo. Bagi kalian yang belum tahu apa sih wali songo atau siapakah Wali songo mari kita baca selanjutnya.

Wali songo adalah sembilan wali yang terdiri dari Maulana Malik Ibrahim (syaikh maghribi), Sunan Ampel (Raden Rahmat), Sunan Giri (Raden Paku), Sunan Bonang (Raden Makhdum Ibrahim), Sunan Drajat (Raden Qosim), Sunan Kali Jaga (Raden Masaid), Sunan Quddus (Ja`far Shodiq), Sunan Muria (Raden umar sa`id) serta Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah).

Hampir selama dua abad, dari abad 15 sampai abad ke 16 mereka menyiarkan agama islam di tannah pasundan di pulau jawa. mereka memiliki peranan yang unik dalam penyebaran agama islam dan mereka menyiarkan islam di daerah pesiisr pantai utara pulau jawa, yang tersebar di tiga wilayah penting yakni surabaya-gresik-lamongan (jawa timur), demak-kudus-muria (jawa tengah), dan cirebon-banten (jawa barat).

Selain di timur tengah. Indonesia juga kaya loh akan wisata baik itu wisata alam maupun religinya. Objek wisata yang tidak hanya layak dikunjungi sebagai bahan perenungan diri, tetapi juga untuk mempertebal keimanan. Objek wisata Islam di Indonesia lebih di dominasi makan dan napak tilas walisongo.

Selain kita berwisata rohani dalam artian kita berziarah dan tadabbur alam kita juga akan sedikit menyinggung sejarahnya nih.
Tepat pada tanggal 1 januari 2012 saya dan rombongan jam`iyah yasin berangkat untuk berziarah ke makam wali songo. setelah packing dan semua siap kami pun meluncur ke tempat sasaran. berhubung saya berdomisili di daerah cirebon maka yang pertama dan pembuka ziarah kita adalah di sunan gunung jati.

1. Sunan Gunung Jati
Makam sunan gunung jati (Syarif Hidayatullah) beradadi kompleks pemakaman sunan gunung jati di lingkungan istana Agung Cirebon Jawa Barat. sunan gunung jati wafat tahun 1568. makam sunan gunung jati juga mempunyai tradisi lazim yang di sebut syawalan yang selalu di lakukan pada 7 syawal. semua warga yang hendak mengharap barokah akan berbondong-bondong datang untuk ziarah.
Saya bukan hanya sekedar ziarah dan bertawasul di makam sunan gunung jati namun ada beberapa ulama gede yang terkenal dengan karamahnya yakni diantaranya syaikh datul kahfi. makamnya berada di atas jadi kita harus naik tangga terlebih dahulu untuk bisa sampai kesana.

2. Sunan kalijaga
Sebelum nyampai ke Demak kami sempatkan dulu ziarah ke pekalongan tepatnya di makam syaikh Umar al-Atos. nah baru setelah ini kami meluncur ke demak dan ziarah ke makam Raden Fatah lalu baru deh ke makam sunan kalijaga. Diantara sembilan wali, sunan kalijaga (Rden Umar Said) adalah yang paling muda saat diangkat sbagai wali. di samping memiliki ilmu paling tinggi, dia juga wali yang umurnya paling panjang, 131 tahun (1455-1586)
sunan kalijaga dimmakamkan di desa kadilangu, demak, jawa tengah atas permintaannya sendiri. sebelum meninggal dunia sunan berpesan agar nanti nya dimakamkan di tanah pemberian raden patah (sulltahn demak) di desa kadilangu. di makam sunan kalijaga juga memiliki ritual khusus pada tanggal 10 besar diantaranya yakni penyucian pusaka peninggalan sunan kalijaga, seperti agemen kyai ontokusumo, kris kyai crubuk dan kris kyai sirikan.

3. Sunan Kudus
Sebagai penyebaran agama Islam pada masa Hindu, bangunan makam sunan kudus(jafar sidiq) di kudus tepatnya di jawa tengah itu masih berbau agama Hindu. seperti masih adanya Gapura Majapahit dan sebuah menara yang miirip bangunan candi.
Acara ritual di lokasi makam sunan kudus diadakan setiap tanggal 10 syura, diantaranya buka luwur atau mengganti kain penutup pusara. Pada saat itu juga diadakan upacara penyucian pusaka milik sunan kudus benmana keris cintoko atau intoko.

4. Sunan Muria
Makam sunan muria (Raden Umar said) berada di sebuah puncak gunung yang sepi di kudus, jawa tengah. acara ritual ini diadakan pada setiap tanggal 15 syura yakni buka luwur. selain meninggalkan masjid, sunan muria juga meninggalkan beberapa tempat yang diyakini mempunyai keampuhan di antaranya sendang rejoso dan gentong karomah.

5. Sunan Bonang
Berbeda dengan makam sunan gunung jati, makam sunan bonang ini yang terletak di kelurahan Kutorejo, Tuban Jawa timur. lebih ramai dikunjung oleh peziarah pada saat menjelang ramadhan. makam ini terletak 200 meter dari alun-alun kota Tuban, sekitar 91 km dari surabaya. Diantara tebaran ratusan batu nisan ada sebuah bangunan mirip pendopo beratap joglo. pendopo inilah yang merupakan makan sunan bonang.

6. Sunan Ampel
Nama sunan ampel (Raden Rachmat) di identikkan dengan nama dimana ia bermukim, yakni di daerah ampel atau ampel denta (sekarang wonokromo). di tempat inilah pada pertengahan abad ke-15 dia mendirikan pesantren yang kemudian menjadi pusat pendidikan islam yang sangat berpengaruh di wilayah nusantara bahkan mancanegara.
sunan mapel adalah salah seorang yang turut membidani lahirnya kesultanan Demak, kerajaan islam pertama di pulau jawa. bahkan dialah yang menunjuk Raden Patah, putra prabu Brawijaya V (raja majapahit) sekaligus muridnya, untuk menjadi sultan demak pada tahun 1475 M. penanaman akidah dan ibadah adalah ajaran ajaran yang senantiasa ditekankan pada para santrinya. Dialah yang mengenalkan "Mo Limo" (Moh main, moh ngombe, moh maling, moh madat, moh madon) yakni seruan untuk tidak berjudi, tidak minum-minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan narkotika, dan tidak berzina. sunan ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di sebelah barat masjid ampel, surabaya, jawa timur.

7. Sunan Drajat
Dari sembilan wali, boleh jadi sunan drajat (Raden Qasim) adalah wali yang ucapannya paling manis dan enak didengar. Konon, Raden Patah menjulukinya sunan Mayong Madu.
Untuk mengenang jasa dan ajaran Sunan Drajat, banyak peziarah yang mengunjungi makam di Lamongan, Jawa Timur, terutama pada hari-hari besar Islam. Salah satu ajaran yang terkenal yaitu welas asih, tidak membedakan golongan. Sunan juga meninggalkan pusaka berupa gamelan, yang dulu dipakai untuk menarik perhatian masyarakat ketika melakukan pengajian.

8. Sunan Giri
Sunan Giiri (Raden Paku) juga dikenal sebagai ahli pemerintahan serta seniman andal. karya-karya seninya hingga kini masih populer. Diantaranya  permainan anak seperti Jelungan, Jamuran, Lir-ilir dan Cublak Suweng. Demikian pula Gending Asmaradana dan Pucung, Gading bernuanasa jawa yang sarat dengan ajaran islam.
Makam Sunan Giri berada tak jauh dari bekas pusat pemerintahan giri keraton, yakni di desa Giri, kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur. Selain Sunan Giri di kompleks pemakaman ini juga terdapat makam Sunan Perapen, Kawis Guwo dan Penembahan Agung.

9. Sunan Maulana Malik Ibrahim
Sunan Maulana Malik Ibrahim (Syaikh Maghribi) adalah sosok penyebar agama Islam pertama di tanah Jawa, dan merupakan wali yang tertua. Makam Maulana Malik Ibrahim terletak di pusat kota Gresik. Tepatnya di Jl. Malik Ibrahim. Di sebelah barat komplek makam ini terdapat makam Bupati Gresik pertama, Raden Pusponegoro beserta keluarga. Maulana Malik Ibrahim wafat pada tahun 1419.

Selain ke sembilan wali saya mampir ke makam Syekh Siti Jenar. Sejumlah kalangan berpendapat bahwa Syeikh Siti Jenar itu salah satu wali yang kontroversial dan pemahamannya tentang Manunggaling Kawulo Gusti di tentang para wali. Konon, makam Syekh Siti Jenar tercatat ada dua makam, masing-masing ada di Jepara (Jawa Tengah) dan di Tuban (Jawa Timur). Wallahualam.

Saya juga mengunjungi Gua Perut Bumi yang sekarang disulap menjadi pesantren itu loh. ini sekilas cerita tentang gua perut bumi. Pondok pesantren (Ponpes) Syeh Maulana Mahgrobi sebuah pesantren langka sekaligus satu-satunya di tanah air bahkan mungkin di dunia. Tidak seperti pesantren lainnya yang dibangun bertingkat di atas permukaan tanah. Ponpes Syekh Maulana Mahgrobi, pimpinan KH Subhan Mubaroq letaknya cukup ekstrem, berada pada kedalaman 20 m di dalam tanah.
Ponpes ini berada di Dusun Wire Desa Kedungombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jatim. Pimpinan Ponpes Syekh Maulana Mahgrobi, punya alasan tersendiri kenapa pesantrennya dibangun di lorong-lorong goa, jauh di bawah permukaan tanah. Salah satu alasan yang mendasari pembangunan pesantren ini yakni bahwa, “semua ayat suci dari kitab-kitab suci di zaman nabi-nabi, diturunkan Allah di bawah tanah atau di dalam goa.”  Merujuk penerimaan wahyu itu Kiai Subhan ingin mengajarkan ilmu keagamaan berada di dalam goa
Nama ponpes ini diambil dari nama seorang wali (orang suci) yang dahulu pernah ada di tanah Jawa. Namun, pesantren ini lebih dikenal dengan sebutan Ponpes Perut Bumi, mewakili letaknya yang berada di dalam tanah. Luas Ponpes sekitar tiga hektar dibawah tanah berupalorong goa yang khusus dipakai untuk kegiatan mengaji, istighosah, dan kuliah subuh. Sedangkan penginapan para santri dibangun di atasnya, tepatnya di barat mulut goa.
Lorong Masuk Ponpes Perut Bumi
Dahulu tempat itu adalah tempat pembuangan sampah dan sarang ular. Setelah tempat itu dibersihkan, lalu KH Subhan menyulap goa temuannya menjadi ponpes yang unik dan berdaya tarik tinggi. Menurut pengakuan KH Subhan Mubarok, pimpinan ponpes Perut Bumi, setelah menerima bisikan gaib (wahyu) di malam satu Suro tahun 2001, segera ia berupaya membeli tanah yang berada di Kelurahan Kedungombo itu.

Rabu, 05 Maret 2014

kegamangan diri


inilah aku..
dengan sejuta tanya
inilah aku..
tanpa suara

mah,..
jika ini dunia...
maka, manakah sisi keduniaan itu?
jika ini rasa...
apa yang tertanam dalam benakmu?

pah,..
rindukah aku akan dunia...
tempat syetan berpesta pora?
cintakah aku akan rasa...
yang tiadalah adil pada jiwa?

Selasa, 04 Maret 2014

info lomba novel

Share


Posted by admin on Sep 30, 2013 in Lomba 2013 | 15 comments
Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, terkadang kita dihadapkan pada pilihan untuk melangkah dan meninggalkan apa yang selama ini kita miliki. Kita memang tidak pernah tahu apa yang akan kita hadapi nanti, tapi jika tetap bertahan, maka hidup akan selalu sama entah sampai kapan.
Merantau dan traveling adalah pilihan yang sudah sangat lazim untuk menemukan sesuatu yang berbeda. Kita tidak pernah tahu seberapa lama kita akan merantau atau sejauh apa kita akan menghabiskan waktu untuk traveling.
Setelah pergi begitu lama dan begitu jauh, akan ada saat kita merindukan rumah. And it’s time to come back home. Bertemu kembali dengan orang-orang yang kita rindukan, melihat rumah tempat kita dibesarkan, menghirup udara yang tidak lagi sama seperti sekian waktu lalu.
Nah, tema “kembali” inilah yang akan diangkat dalam lomba novel Home Sweet Home. Silakan menonjolkan 2 poin di sini, yaitu kehidupan saat berada di tempat yang baru selama sekian waktu hingga proses hingga mengambil keputusan untuk menengok atau bahkan kembali ke kampung halaman. Apa hal-hal yang menarik yang dicari di kampung halaman dan tidak ditemui di tempat yang baru. Silakan ditampilkan dalam konflik yang kuat. Penceritaannya boleh menggunakan metode flash back. Kisah ini boleh berdasarkan kisah nyata atau sepenuhnya fiktif.
Lomba akan dibuka mulai 1 Oktober 2013 dan ditutup 31 Maret 2014, pukul 14.00 WIB.
Ketentuan peserta:
Peserta berusia minimal 18 tahun dan sudah mendapatkan izin orang tua untuk melaksanakan ibadah umrah, berangkat dari Yogyakarta. (info tanggal dan bulan pemberangkatan menyusul).
Ketentuan naskah:
  • Ketebalan naskah 200-250 hlm MS Word, font Times New Roman, size 12,  spasi 2, justified/rata kiri dan kanan, margin 4cm (atas/kiri) 3cm (kanan/bawah), ukuran kertas A4
  • Segmen remaja dan dewasa
  • Naskah adalah karya perseorangan
  • Gunakan gaya bahasa yang ringan
  • Menonjolkan detail karakter/penokohan dengan spesifik, misalnya karakter seseorang dari daerah tertentu, atau ciri yang dikreasikan sendiri hingga pembaca bisa membayangkan tokohnya seperti apa.
  • Setting cerita bebas dan tidak lepas dari detail yang unik
  • Memberikan pesan moral (boleh tersirat/tersurat)
  • Silakan mengirimkan naskah via email: hshdivapress@gmail.com dengan format judul/subject: Nama penulis (judul naskah)
  • Format nama file: Nama penulis (judul naskah)
  • Bodi email dibiarkan kosong saja.
  • Lengkapi dengan biodata narasi, no. HP, twitter, facebook, blog, dan sinopsis lengkap keseluruhan cerita (terpisah dari naskah novel)
  • Setiap peserta silakan LIKE fanpage: Penerbit DIVA Press & de TEENS atau follow @divapress01 & @de_teens
Hadiah
Juara 1:
  • 1 paket umrah (Hadiah ini bisa diwakilkan kepada kerabat dekat dan tidak bisa diuangkan. Paspor dan uang saku ditanggung penerbit)
  • 2 kontrak penerbitan (1 karya yang diikutkan lomba ini dan 1 karya layak terbit lainnya)
  • Sertifikat keikutsertaan
  • Sampel buku
5 nominator masing-masing akan mendapatkan:
  • 2 kontrak penerbitan (1 karya yang diikutkan lomba ini dan 1 karya layak terbit lainnya)
  • Sertifikat keikutsertaan
  • Sampel buku
Lomba ini dipersembahkan oleh DIVA Press Group

Senin, 03 Maret 2014

tugas ISBD


Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)

MAKALAH







Disusun Oleh :
 Juhaenit 







KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, dengan izin Nya-lah kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Ilmu Sosial Budaya Dasar”. Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sosial Budaya. sholawat beserta salam kami sampaikan pada junjungan kita nabiyullah Muhammad saw, karna dengannyalah hidup kita menjadi terang dengan ilmu dan perubahan yang beliau bawa.


Cirebon,    November 2011





DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I Pendahuluan

BAB II Pembahasan
1. Pengertian ISBD
2. Tujuan ISBD
3. Ruang Lingkup ISBD

BAB III Penutup
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA




PENDAHULUAN




Hubungan yang erat antara manusia (terutama masyarakat) dan kebudayaan telah lebih jauh diungkapkan oleh Melville J. Herkovits dan bronislaw Malinowski, yang mengemukakan bahwa cultural determinism berarti segala sesuatu yang terdapat didalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu. (Soemardjan, Selo: 1964: 115). Kemudian Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic. Karena kebudayaan berturun temurun dari generasi ke generasi tetap hidup. Walaupun manusia yang menjadi anggota masyarakat sudah berganti karena kelahiran dan kematian.

Terciptanya suatu kebudayaan itu bukan hanya dari sebuah pemikiran dari ahli kebudayaan atau pun dari budi manusia, tetapi juga karena adanya interaksi atara manusia dengan alam sekitarnya. Bahkan dalam agama, dikatakan manusia sebagai kholifah atau pemimpin di bumi. maka dari itu ia pun dianugerahi daya cipta, rasa dan karsa yang luar biasa dari sang Maha pencipta.



PEMBAHASAN



Pengertian, Tujuan dan Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Dalam ISBD ada dua kategori yakni Ilmu Sosial dan Ilmu budaya. namun saya akan membahas IBD yakni Ilmu Budaya dasar.
Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
1.Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah
2.Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
3.Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1.Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
2.Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4.menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu yakni :
1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.


Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1.Manusia dan cinta kasih
2.Manusia dan Keindahan
3.Manusia dan Penderitaan
4.Manusia dan Keadilan
5.Manusia dan Pandangan hidup
6.Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7.Manusia dan kegelisahan
8.Manusia dan harapan

REFERENSI

pamerdi Giri Dkk. 2010. ilmu sosial dan budaya dasar. widya sari press. salatiga.
herimanto. 2006. ilmu sosial dan budaya dasar. bumi aksara.
koentrajaningrat (Ed). 1975. manusia dan kebudayaan di indonesia. jakarta. jambatan.

Minggu, 02 Maret 2014

CIREBON religi

Hai sobat joli semua...
kalau mendengar kata cirebon pasti pikirannya langsung tertuju ke udang. nah luh pasti penasarankan?
pastinya donk. ini sebutan bagi kota cirebon "cirebon kota udang" kenapa begitu? karena konon katanya dulu itu nama cirebon bukan cirebon tapi cai rebon yang artinya cai itu air dan rebon itu udang. maka dari itu di kota cirebon banyak bahkan terkenal udangnya di sejagat dunia hehe.
okay. langsung za pada pokok pembahasan yah saudara-saudara. disini joli akan membagikan info tentang wisata religi yang ada di kota cirebon. cek this out....

Tempat Wisata Religi / Ziarah di Cirebon
  1. Makam Sunan Gunung Jati
  2. Situs Batu Tulis huludayeuh
  3. Petilasan Cimandung
  4. Situs Pasanggrahan Balong Biru
  5. Balong Keramat Tuk
  6. Makam keramat Megu
  7. Situs Lawang Gede
  8. Makam Nyi Mas Gandasari
  9. Makam Syekh Magelung Sakti
  10. Makam Talun
  11. Makam Buyut Trusmi
  12. Makam P. Jakatawa dan Syeh Bentong


1. Makam Nyimas Gandasari

Daya tarik lain dari Kabupaten Cirebon yang erat kaitannya dengan budaya. Makam ini merupakan sebuah komplek di mana terdapat makam Nyi Mas Ratu Gandasari, menempati lahan tertutup seluas 5 x 5 m dengan ukuran makam 170x60x73 cm. Menurut cerita,  Ratu Mas adalah seorang putra Sayyid Mlik Sholeh dari Aceh yang dibawa oleh Ki Kuwu Cirebon ke Jawa. Untuk mengislamkan Raja Galuh, Ratu Mas berupaya dengan beberapa cara, yaitu menyamar (berubah wujud) menjadi perempuan cantik dan oleh Syech Syarif Hidayahtullah dengan sebutan Nyi Mas Ratu Ayu Gandasari.
Lokasi:  Desa Pangurangan, Kecamatan Arjawinangun
Koordinat : 6°37'21"S   108°27'13"E

2. Makam Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati adalah salah satu diantara sembilan orang penyebar agama Islam terkenal di Pulau Jawa yang dikenal dengan sebutan Wali Sanga. Bila ditarik garis keturunannya maka silsilah sebelum Sunan Gunung Jati akan sampai kepada Nabi Muhammad SAW melalui cucu Nabi yang bernama Imam Husain. Pada masa kejayaannya Sunan Gunung Jati juga dikenal sebagai Pemimpin rakyat karena beliau pernah menjadi raja di Kasultanan Cirebon, bahkan sebagai sultan pertama Kasultanan Cirebon yang dulunya bernama Keraton Pakungwati.
Kawasan Makam Sunan Gunung Jati terdiri dari dua kompleks makam. Yang utama ialah Kompleks Makam Sunan Gunung Jati di Gunung Sembung terdiri dari sekitar 500 makam, letaknya di sebelah barat Jln. Raya Cirebon-Karangampel-Indramayu. Yang satu lagi yakni Kompleks Makam Syekh Dathul Kahfi di Gunung Jati, berada di timur jalan raya. Menuju makam Sunan Gunung Jati kami melintasi jalan setapak berkelok, berpapasan dengan banyak pengemis segala usia, melwati rumah penduduk yang cukup rapat dan sebuah Masjid yang merupakan bagian dari kompleks makam.

Makam Sunan Gunung Jati terletak di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Propinsi Jawa Barat, Indonesia. Makam Sunan Gunung Jati berjarak kurang lebih 6 km ke arah utara dari Kota Cirebon. Untuk menuju lokasi makam ini pengunjung dapat menggunakan kendaran pribadi (mobil) atau naik angkutan umum (bus) dari Terminal Cirebon. Dari terminal ini, pengunjung naik bus jurusan Cirebon—Indramayu dan turun di lokasi. Perjalanan dari Cirebon menuju lokasi makam ini biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit.
Untuk sekarang infonyaa sampai disini dulu ya saudara...
selamat mencoba berwisata religi di kota cirebon
sampai jumpa di wisata selanjutnya...

Sabtu, 01 Maret 2014

makna sakit

share info


Makna Sakit
By Munif Chatib

بسم الله الرحمن الرحيم
Kala sakit di tanah suci, ada hal yang saya syjuri yaitu rukun haji sudah tuntas. Hanya terakhir lempar jumroh yang diwakilkan. Namun setiap detik terus menjadi perenungan buat saya, kenap
a saya sakit? Pada saat wukuf di Arofah saya sudah demam. Pada saat tawaf ifadhoh saya menjalankannya dengan kursi roda, padahal sebelumnya saya sampai empat kali tawaf sunnah dengan sehat walafiat. Pertanyaan besarnya kenapa saya sakit? Saya mencoba meyakinkan diri kalau sakit saya adalah penghapus dosa-dosa besar saya. Dengan sakit berarti saya sekarang seperti bayi, seperti lahirkan kembali. Alangkah bahagianya ketika saya mendapat pesan dari seorang sahabat tentang makna sakit. Sebuah artikel sederhana yang cukup menyejukkan dari Ustad Muhammad Arifin Ilham. Saya lampirkan artikel tersebut di bawah ini. Saya mengajak semua sahabat untuk merenungkan artikel bagus ini.

Makna Sakit
Oleh: Muhammad Arifin Ilham 
Sakit, sebagaimana juga setiap ujian, bukan menguji ketangguhan dan kemampuan. Sebab sakit Allah beri sudah sesuai dengan takaran dan daya tahannya. 
Ia sejatinya menguji kemauan untuk memberi makna. Maka bagi dia yang mampu memberi makna terbaik bagi sakit, insya Allah kemuliaannya diangkat dan membuat malaikat yang selalu sehat takjub.

Sakit adalah jalan kenabian Ayub yang menyejarah. Kesabarannya yang lebih dari batas (disebut dalam sebuah hadits 18 tahun menderita penyakit aneh) diabadikan jadi teladan semesta. Dan atas kenyataan sejarah tersebut, hari ini cobalah bercermin kepadanya. 
Hari ini pula kita bisa bercermin kepada sosok-sosok mulia yang pernah juga sakit. Sakit, yang di ujung penggal kehidupan mereka yang ditemukan adalah kemuliaan serta terus bertambah derajat kemuliaanya di mata Allah SWT. 

Imam As-Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu; Imam Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa; Nabi tercinta kita pun pernah sakit oleh racun paha kambing di Khaibar yang menyelusup melalui celah gigi yang patah di perang Uhud. Bukankah setelah akhirnya sakit, semuanya semakin mulia di mata Allah bahkan juga di mata sejarah manusia.
Sakit itu zikrullah. Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma Allah dibanding ketika dalam sehatnya. 

Sakit itu istighfar. Dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit. Sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun.
Sakit itu tauhid. Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibat yang akan terus digetar?
Sakit itu muhasabah. Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali. Sakit itu jihad. Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah; diwajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya. 

Bahkan sakit itu ilmu. Bukankah ketika sakit, dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.
Sakit itu nasihat. Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri. Yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar. Allah cinta dan sayang keduanya. 
Sakit itu silaturrahim. Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.
Sakit itu gugur dosa. Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan yang sakit dinyerikan dan dicuci-Nya.
Sakit itu mustajab doa. Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoaka oleh mereka. 
Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan; diajak maksiat tak mampu-tak mau; dosa lalu malah disesali kemudian diampuni.
Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis; satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit. 
Sakit meningkatkan kualitas ibadah; rukuk-sujud lebih khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-doa jadi lebih lama. 
Sakit itu memperbaiki akhlak; kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu. 

Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati. Mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambutnya, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan. Karena itu mulailah belajar untuk tetap tersenyum dengan sakit. Wallahu A’lam

Ya Allah SWT semoga sakitku di tanah suci termasuk dalah satu hikmah yang bermakna seperti artkel di atas. Terima kasih bu Nina yang mengirimkan artikelnya. Terima kasih ustad Arifin Ilham atas tulisannya yang memberi semangat. Kini saya tambah yakin, sakitku bukan azab Allah atau musibah negatif yang tak bermakna. Sebaliknya ada jutaan hikmah yang mengguyur bak air hujan.
الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Aku Ingin

AKU INGIN
Karya : Sapardi Djoko Damono

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat di sampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

1989