Selasa, 01 Juli 2014

Doa Harian Ramadhan


Subhanallah Walhamdulillah kita sudah memasuki bulan Ramadhan... Nah jolis mau bagi-bagi doa yang bisa di amalkan di bulan Ramadhan nih sob.. Tanpa mengurangi rasa hormat pada penulis dan sumbernya ada di bawahnya... monggo disimak..

Diamalkan setiap selesai shalat fardhu, khususnya setelah selesai shalat subuh.

 Doa Hari Pertama

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَ قِيَامِيْ فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ وَ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ
وَ هَبْ لِيْ جُرْمِيْ فِيْهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَ اعْفُ عَنِّيْ يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah puasa dan ibadahku di bulan ini seperti puasa orang-orang sejati, bangunkanlah aku di bulan ini dari kelelapan tidur orang-orang yang lupa dan ampunilah segala kesalahanku, wahai Tuhan semesta alam, dan ampunilah aku, wahai pengampun orang-orang yang bersalah.

Doa Hari Kedua

اَللَّهُمَّ قَرِّبْنِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَ نَقِمَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِقِرَاءَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah, dekatkanlah aku di bulan ini dari ridha-Mu, hindarkanlah aku di bulan ini dari kemurkaan-Mu, dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca ayat-ayat (kitab)-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Doa Hari Ketiga

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ الذِّهْنَ وَ التَّنْبِيْهَ وَ بَاعِدْنِيْ فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَ التَّمْوِيْهِ وَ اجْعَلْ لِيْ نَصِيْبًا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ، بِجُوْدِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِيْنَ

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kecerdasan dan kesadaran diri, jauhkanlah aku di bulan ini dari ketololan dan kesesatan, dan limpahkanlah kepadaku sebagian dari setiap kebajikan yang Engkau turunkan di bulan ini. Dengan kedermawanan-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Dermawan dari para dermawan.

Doa Hari Keempat

اَللَّهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لأدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ
وَ احْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ

Ya Allah, kuatkanlah diriku di bulan ini untuk melaksanakan perintah-Mu, anugerahkan kepadaku di bulan ini kemanisan mengingat-Mu, dengan kemurahan-Mu berikanlah kesempatan kepadaku di bulan ini untuk bersyukur kepada-Mu demi kemurahan-Mu, dan dengan penjagaan dan tirai-Mu jagalah diriku di bulan ini, wahai Dzat Yang Lebih Melihat dari orang-orang yang melihat.

Doa Hari Kelima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang memohon pengampunan, jadikanlah aku di bulan ini dari dari golongan hamba-hamba-Mu yang salih dan pasrah, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu. Dengan kasih sayang-mu wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Doa Hari keenam

اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِيْ فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ وَ لاَ تَضْرِبْنِيْ بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ وَ زَحْزِحْنِيْ فِيْهِ مِنْ مُوْجِبَاتِ سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ أَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ
Ya Allah, jangan Kau hinakan aku di bulan ini karena keberanianku bermaksiat kepada-Mu, jangan Kau cambuk aku dengan cambuk kemurkaan-Mu dan jauhkanlah aku dari (segala perbuatan) yang menyebabkan murka-Mu. Dengan anugerah dan kekuasaan-Mu wahai Puncak Harapan para pengharap.

Doa Hari Ketujuh

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ

Ya Allah, bantulah aku di bulan ini dalam melaksanakan puasa dan ibadah, jauhkanlah aku di bulan ini dari kesalahan dan doa-dosa (yang tidak pantas dilaksanakan) di dalamnya, dan anugerahkanlah kepadaku di bulan ini (kesempatan untuk) mengingat-Mu untuk selamanya dengan taufik-Mu, wahai penunjuk jalan orang-orang yang sesat.

Doa Hari Kedelapan

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ رَحْمَةَ الأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلاَمِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الآمِلِيْنَ

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini untuk mengasihani anak-anak yatim, memberi makan, menebarkan salam dan bersahabat dengan orang-orang mulia. Dengan keutamaan-Mu, wahai Tempat Bernaung orang-orang yang berharap.

Doa Hari Kesembilan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ وَ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ وَ خُذْ بِنَاصِيَتِيْ إِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يَا أَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ

Ya Allah, limpahkanlah kepadaku di bulan sebagian dari rahmat-Mu yang luas, tunjukanlah aku di bulan ini kepada tanda-tanda-Mu yang terang, dan tuntunlah aku kepada ridha-Mu yang maha luas. Dengan cinta-Mu wahai harapan orang-orang yang rindu.

Doa Hari Kesepuluh

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang jaya di haribaan-Mu, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang telah dekat kepada-Mu. Dengan kebaikan-Mu wahai tujuan orang-orang yang berharap.


Doa Hari Kesebelas

اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيْهِ الْإِحْسَانَ وَ كَرِّهْ إِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوْقَ وَ الْعِصْيَانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَ النِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ

Ya Allah, cintakanlah kepadaku di bulan ini berbuat kebajikan, bencikanlah kepadaku di bulan ini kefasikan dan maksiat, dan cegahlah dariku di bulan ini kemurkaan dan neraka-(Mu) dengan pertolongan-Mu wahai Penolong para peminta pertolongan.

Doa Hari Kedua Belas

اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ
وَالإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ

Ya Allah, hiasilah diriku di bulan ini dengan menutupi (segala kesalahanku) dan rasa malu, pakaikanlah kepadaku di bulan ini pakaian qana’ah dan mencegah diri, tuntunlah aku di bulan ini untuk berbuat adil, dan kesadaran, dan jagalah aku di bulan ini dari setiap yang kutakuti. Dengan penjagaan-Mu wahai Penjaga orang-orang yang ketakutan.

Doa Hari Ketiga Belas

اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ

Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari segala jenis kotoran, jadikanlah aku di bulan ini sabar menerima setiap ketentuan-(Mu), dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk meraih takwa dan bersahabat dengan orang-orang yang bijak dengan pertolongan-Mu wahai Kententraman hati orang-orang miskin.

Doa Hari keempat Belas

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ

Ya Allah, jangan Kau siksa aku di bulan ini karena kesalahan-kesalahanku, selamatkanlah aku di bulan ini dari segala kesalahan, dan jangan Kau jadikan aku di bulan ini tempat persinggahan malapetaka dan bala dengan kemuliaan-Mu wahai Kemuliaan muslimin.

Doa Hari Kelima Belas

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِيْنَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِيْ بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِيْنَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini ketaatan orang-orang yang khusyu’, dan lapangkanlah dadaku di bulan ini karena taubat orang-orang yang mencintai-Mu. Dengan perlindungan-Mu wahai Pengaman orang-orang yang takut.

Doa Hari Keenam Belas

َللَّهُمَّ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَ آوِنِيْ فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى (فِيْ ) دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ

Ya Allah, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk berkumpul bersama orang-orang baik, jauhkanlah aku di bulan ini dari bersahabat dengan orang-orang jahat, dan dengan rahmat-Mu tampatkanlah aku di bulan ini di dalam rumah keabadian dengan ketuhanan-Mu wahai Tuhan sekalian alam.

Doa Hari Ketujuh Belas

اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِصَالِحِ الأَعْمَالِ وَ اقْضِ لِيْ فِيْهِ الْحَوَائِجَ وَ الآمَالَ يَا مَنْ لاَ يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيْرِ وَ السُّؤَالِ يَا عَالِمًا بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعَالَمِيْنَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ

Ya Allah, tunjukkanlah aku di bulan ini kepada amal yang salih, dan berikanlah kepadaku di bulan ini segala keperluan dan cita-citaku, wahai Dzat yang tidak membutuhkan penjelasan dan permintaan, wahai Dzat yang mengetahui segala rahasia yang ada di hati manusia, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci.

Doa Hari Kedelapan Belas

اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ

Ya Allah, beritahukanlah kepadaku di bulan ini segala berkah yang tersimpan di dua pertiga malamnya, terangkan hatiku di bulan ini dengan cahayanya, dan bimbinglah seluruh anggota tubuhku di bulan ini untuk mengikuti tanda-tanda keagungannya dengan cahaya-Mu wahai penerang hati para ‘arif.

Doa Hari Kesembilan Belas

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ فِيْهِ حَظِّيْ مِنْ بَرَكَاتِهِ وَ سَهِّلْ سَبِيْلِيْ إِلَى خَيْرَاتِهِ وَ لاَ تَحْرِمْنِيْ قَبُوْلَ حَسَنَاتِهِ يَا هَادِيًا إِلَى الْحَقِّ الْمُبِيْنِ
Ya Allah, sempurnakanlah bagianku di bulan ini dengan berkahnya, permudahlah jalanku untuk menempuh kebaikannya, dan janganlah Kau halangi diriku untuk menerima kebaikannya, wahai Penunjuk Jalan kepada kebenaran yang nyata


Doa Hari Kedua Puluh

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ الْجِنَانِ وَ أَغْلِقْ عَنِّيْ فِيْهِ أَبْوَابَ النِّيْرَانِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ يَا مُنْزِلَ السَّكِيْنَةِ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu surga, tutuplah untukku di bulan ini pintu-pintu neraka, dan berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca al-Quran, wahai Penurun ketenangan di hati Mukminin.

Doa Hari Kedua Puluh Satu

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَ لاَ تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ عَلَيَّ سَبِيْلاً وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِيْ مَنْزِلاً وَ مَقِيْلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبِيْنَ

Ya Allah, berikanlah kepadaku di bulan ini sebuah petunjuk untuk mencapai keridhaan-Mu, jangan Kau beri kesempatan kepada setan di bulan ini untuk menggodaku, dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggal dan bernaungku, wahai Pemberi segala kebutuhan orang-orang yang meminta.

Doa Hari Kedua Puluh Dua

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ

Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu anugerah-Mu, turunkanlah kepadaku di bulan ini berkah-berkah-Mu, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk mencapai keridhaan-Mu, dan tempatkanlah aku di bulan ini di tengah-tengah surga-Mu, wahai Pengabul permintaan orang-orang yang ditimpa kesulitan.

Doa Hari Kedua Puluh Tiga

اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ

Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari dosa-dosa, bersihkanlah aku di bulan ini dari segala aib, dan ujilah aku di bulan ini dengan ketakwaan, wahai Pemaaf segala kesalahan orang-orang yang berdosa.

Doa Hari Kedua Puluh Empat

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْهِ مَا يُرْضِيْكَ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ وَ أَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لأَنْ أُطِيْعَكَ وَ لاَ أَعْصِيَكَ يَا جَوَّادَ السَّائِلِيْنَ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu di bulan ini segala yang mendatangkan keridhaan-Mu, aku berlindung kepada-Mu dari segala yang dapat menimbulkan murka-Mu, dan aku memohon kepada-Mu taufik untuk menaati-Mu dan tidak bermaksiat kepada-Mu, wahai Yang Maha Dermawan terhadap para pemohon.

Doa Hari Kedua Puluh Lima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مُحِبًّا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيًا لأَعْدَائِكَ مُسْتَنّا بِسُنَّةِ خَاتَمِ أَنْبِيَائِكَ يَا عَاصِمَ قُلُوْبِ النَّبِيِّيْنَ

Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini pencinta para kekasih-Mu, pembenci para musuh-Mu, mengikuti sunnah penutup para nabi-Mu, wahai Penjaga hati para nabi.

Doa Hari Kedua Puluh Enam

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِيْ فِيْهِ مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبِيْ فِيْهِ مَغْفُوْرًا وَ عَمَلِيْ فِيْهِ مَقْبُوْلاً وَ عَيْبِيْ فِيْهِ مَسْتُوْرًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah usahaku di bulan ini disyukuri, dosaku diampuni, amalku diterima dan kejelekanku ditutupi, wahai Dzat Yang Lebih Mendengar dari setiap yang mendengar.

Doa Hari Kedua Puluh Tujuh

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini keutamaan Lailatul Qadr, jadikanlah urusanku yang sulit menjadi mudah, terimalah ketidakmampuanku, dan hapuskanlah
dosa dan kesalahanku, wahai Yang Maha Kasih kepada hamba-hamba-Nya yang salih.

Doa Hari Kedua Puluh Delapan

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّيْ فِيْهِ مِنَ النَّوَافِلِ وَ أَكْرِمْنِيْ فِيْهِ بِإِحْضَارِ الْمَسَائِلِ وَ قَرِّبْ فِيْهِ وَسِيْلَتِيْ إِلَيْكَ مِنْ بَيْنِ الْوَسَائِلِ يَا مَنْ لاَ يَشْغَلُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّيْنَ

Ya Allah, sempurnakanlah bagiku di bulan ini ibadah-ibadah sunnah, muliakanlah aku di bulan ini dengan memahami setiap masalah (yang kuhadapi), dan dekatkanlah di bulan ini perantaraku menuju ke haribaan-Mu, wahai Dzat yang tak disibukkan oleh rintihan para perintih.

Doa Hari Kedua Puluh Sembilan

اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu atasku, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini taufik dan penjagaan, dan bersihkan hatiku di bulan ini dari mencela, wahai Dzat yang Maha Pengasih atas hamba-hamba-Nya yang Mukmin.

Doa Hari Ketiga Puluh

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ بِالشُّكْرِ وَ الْقَبُوْلِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَ يَرْضَاهُ الرَّسُوْلُ مُحْكَمَةً فُرُوْعُهُ بِالأُصُوْلِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ‏

Ya Allah, kabulkan puasaku di bulan ini sesuai dengan ridha-Mu dan ridha Rasul-Mu (sehingga) cabang-cabangnya kokoh karena pondasinya demi junjungan kami Muhammad dan keluarganya. Dan segala puja bagi Allah Tuhan semesta alam. 

Sumber : Kitab Mafatihul Jinan.       By. Muhammad Aden Jamaludin

Minggu, 29 Juni 2014

Cerpen Umroh


Hadiah Umroh Dari  Sang Mertua
By : Fitrotul Mr

Sang fajar sudah menampakkan dirinya, suara kokok ayam sudah saling bersahutan, waktu baru menunjukkan pukul setengah empat pagi. suara tarhiman dari masjid terdengar sangat nyaring. Mata yang biasanya masih terlelap sekarang sudah bersinar terang. Hati ini sudah tidak sabar menunggu pagi. Pasalnya hari ini Ayah dan Bunda pulang dari tanah suci, berbagai persiapan kulakukan, dari mulai membersihkan rumah sampai memasakkan makanan kesukaan Ayah dan Bunda. Semua ini dilakukan atas rasa syukur dan bahagia.
Setelah sampai dirumah cerita demi cerita pun terlontar dari bibir Ayah dan Bunda, dari mulai saat melihat ka’bah, dan dimana setiap orang melihatnya pasti akan berlinangan air mata, hingga cerita kejadian-kejadian lucu tentang orang-orang berkulit gelap.
Aku lihat foto dan video Ayah waktu di Mekah, bangunan Ka’bahnya sangat indah pohon-pohon kurma yang berjajar rapih terlihat sedap dipandang  mata. ada juga video bunda waktu di masjidil harom. Aku sangat takjub ketika melihat payung raksasa otomatis, yang  menjadi baground video ibu. Payung itu akan membuka jika cuacanya panas.
“Ini masjid qisos.” kata Ayah waktu aku tanya foto itu diambil dimana.
“Masjid qisos? Trus Ayah waktu disitu ada yang di qisos tidak?” tanyaku penasaran
“Tidak ada.” jawab Ayah.
Ya Allah, sungguh indah nian tempat-Mu. Setelah melihat foto-foto dan video yang ayah kasih, entahlah hatiku berdegup kencang, ada uvoria yang kian menyelip dalam sanubariku. Ya Robb, Izinkan suatu hari aku bisa memenuhi panggilan-Mu. Sungguh aku amat sangat rindu, rindu ingin berkunjung ke rumah-Mu, rindu berziarah kemakam kekasih-Mu.
Aku bingung, harus dengan cara apa mewujudkan impianku ini? Sedang aku belum bisa mencari uang sendiri. Kuliah pun masih dibiayai orang tua. Jalan satu-satunya adalah meminta sama Allah. Rajin berdo’a dan menyenangkan hati sesama muslim. Aku ingat Allah pernah berfirman dalam sebuah hadist qudsi, : ud’unii astajib lakum (memintalah kepada-Ku maka AKU akan mengabulkannya).
satu bulan sudah Ayah dan Bunda kembali ketanah air. Cerita tentang bahagianya di Tanah suci terkadang masih terlontar dari bibir mereka, hingga suatu hari Ayah mengutarakan keinginannya ingin berhaji lagi.
“Nok, Ayah mau daftar haji lagi, sama kamu atau sama Haikal?” kata Ayah suatu malam.
“Ya sama Aku Yah, masa sama Haikal, kan aku kakaknya?” jawabku tak mau mengalah.
“ Begini loh Nok, masa tunggu haji sekarang itu 10 tahun, kalau Ayah perginya sama kamu, kemungkinan kamu sudah menikah, masa suamimu mau kamu tinggal sendirian, naik haji itu enaknya barengan sama suami.”
“Ya biarin, yang penting aku bisa naik haji.” Ucapku sambil manyun.
“Ya sudah begini saja, kalau kamu sudah menikah ajak suamimu daftar haji, kamu yang biayain Ayah, sedangkan suamimu cari biaya sendiri.” Ayah masih berusaha untuk menjelaskan.
Dengan terpaksa aku terima, padahal dalam hati menggerutu, nawarin tapi maksa keinginan sendiri. Kalau pun Ayah yang membiayaiku, tetap saja Haikal yang duluan berangkat, beruntung sekali adikku.
Hari-hari kujalani seperti biasa, namun dalam hati ada perasaan yang selalu mengganjal, kenapa harus adikku, disinikan aku yang jadi kakaknya.
Aku mencoba untuk mengikhlaskannya, selalu menggerutu pun tak akan menyelesaikan masalah. Yang ada hanya membuat penyakit dalam hati.
Mungkin Allah belum memperkenankanku untuk mengunjungi rumah-Nya. Aku sadar haji itu adalah panggilan dari Allah. Dan mungkin adikku lebih berkenan Allah undang menjadi tamuNya. Banyak orang yang sehat jasmani, pekerjaan mapan akan tetapi ia tidak mau pergi haji. Namun seorang pemulung yang penghasilannya jauh dibawah standar, mampu pergi haji walaupun ia harus menabung 10 tahun lamanya. Subhanallah Allah lebih memperkenankan seorang pemulung yang menjadi tamu-Nya.
Suatu hari Ayah mau berziarah ke pamijahan, dia mengajakku untuk menemaninya. Kata Ayah di goa pamijahan ada topi haji, yang menurut orang-orang kalau ukuran kepalanya pas dengan salah satu topi di situ maka kemungkinan besar ia akan pergi haji. Aku langsung tertarik untuk ikut.
“Tapi ingat yang menghajikan itu Allah, bukan topi itu.” Kata Ayah.
“Ya iya Ayah, aku hanya ikhtiar, mungkin topi itu salah satu perantara yang telah Allah atur.”  Jelasku.
***
Matahari mulai melenyapkan dirinya, Hembusan angin lembut  memasuki pori-pori disetiap tubuhku, hingga menambah kesejukan sore ini. Orang-orang mulai berdatangan dan satu persatu memasuki mobil bis, hingga semuanya telah siap dan mobil bis mulai melaju pelan-pelan meninggalkan desa ini.
Seorang ustadz mulai memimpin do’a naik kendaran. Sholawat kepada Nabi Muhammad ikut mengiri laju mobil bis kami, semangat rombongan ziarah masih terlihat meletup-letup hingga sayup-sayup dan akhirnya tak terdengar lagi.
Tempat pertama yang kami ziarahi adalah sunan gunung jati, kemudian Banten dan terahir gua pamijahan.
Aku masuk ke dalam Goa bersama rombongan, didalam Goa benar-benar gelap. Hanya lampu senter dan patromax milik pemandu Goa yang mampu memberikan penerangan. Jalan yang licin dan genangan air yang lumayan dalam, membuatku susah melangkah dengan cepat, tetesan air yang keluar dari atas bebatuan membuat kerudungku basah.
“ Di sini tempat para wali bermusyawah, dan itu mimbar buat khotbah jum’at. Para wali biasa melaksanakan sholat jum’at di situ.” Kata pemandu
“Dan air ini adalah air Zam-zam.” Sambungnya sambil menengadahkan tangannya di tetesan air.
“Nah kalau mau minum air Zam-zam silahkan disana sudah disediakan, kalau mau ditaruh dibotol juga boleh. Tetapi semua botol dikumpulkan sama ketua rombongan, nanti biar ketua rombongan yang bertanggung jawab.” Sambungnya.
Sayangnya aku tidak bawa botol mineral, jadi terpaksa hanya minum disitu. Sebenarnya disitu juga menjual air Zam-zam. Satu botol besar seharga 2500 tapi uangku ada didalam tas, untuk mengambilnya pun sangat susah, karena selain jalannya becek banyak orang yang mengantri ingin meminumnya.
Setelah lumayan lama aku dan rombongan menyusuri Goa, tiba disebuah lorong gua yang didalamnya terdapat sebelas topi haji. Jika diantara topi-topi itu ada yang pas dikepala, kemungkinan besar bisa menunaikan ibadah haji. Tetapi aku tidak tahu itu mitos atau bukan, semua itu dikembalikan pada diri sendiri. Haji itu berdasarkan panggilan  Allah, yang menurut Allah pantas untuk menjadi tamu-Nya.
Ahirnya aku bisa masuk juga, walaupun keadaan berdesak-desakkan, karena bukan hanya rombonganku saja yang berada di goa itu, banyak rombongan yang berebut masuk, bahkan rombongan yang sudah masuk pun kesulitan untuk keluar dari lorong itu.
Setelah berada didalam lorong itu, Aku mencoba semua topi yang  ukurannya berfariasi, ada yang besar yang sedang dan ada juga yang kecil.
“ya Allah, pergi kerumah-Mu adalah impianku, sekiranya mencoba topi ini adalah sebuah perantara untuk  bertamu kerumah-Mu, maka izinkanlah aku untuk bertamu dan menziarahi makam kekasih-Mu, Allahumma ballighnaa makkata wal madinah li ziaroti haromika wa haromi habibika sayyidina Muhammadin sollallahu ‘alaihi wasallam, yusron wala ‘usron ma’ar rouhati wassalamat birohmatika yaa arhamarrohimin.” Do’aku dalam hati agar dimudahkan perjalanan untuk sampai ke Mekkah sana.
“Pak haji?” ucap salah seorang lelaki yang seumuran Ayah. Sambil menepuk punggung Ayah saat ingin keluar goa.
“Eeehhh Pak Soleh, ziarah juga Pak?” jawab Ayah ketika berada dipintu keluar
“Anaknya udah besar dan cantik ya Pak?” ucap dia sambil menoleh ke arahku
Aku hanya tersenyum malu-malu dan menjabat tangannya, pak Saleh malah membisiki Ayah, aku tak tahu apa yang pak Saleh bisikkan, yang kulihat Ayah hanya manggut-manggut.
***
“Nok, tolong buatin minum buat tamu Ayah!” kata ibu menghampiriku yang sedang membaca buku.
“Berapa Bu?”
“Tiga.”
 Aku mengantarkan teh ke ruang tamu.
“Silahkan diminum.” Ucapku sambil mengulas senyum.
“Ma, ini rizky loh yang waktu kecil sering ngledekin kamu dan buat kamu nangis.” Kata Ayah.
“Kak Rizky?” Refleks kepalaku terangkat
“Ooh, jadi kamu Rahma yang dulunya cengeng ya?” Rizky menunjukku sambil terkekeh-kekeh.
“tambah cantik.” Sambungnya.
Dia hanya membalas dengan senyum, wuiisss hatiku deg-deg ser tidak karuan, mana tambah cakep. Tapi kalau ingat waktu masih kecil, Ukh bikin sebel.
Semenjak pertemuan itu Rizky sering memberikan kabar, ternyata Rizky itu kuliah di Jakarta. Pantas saja tambah keren.
“Ma, setelah pertemuan itu tidak tahu kenapa perasaan Kakak selalu yakin kalau Rahma akan menjadi istri Kakak. Apalagi melihat Rahma berbalut kerudung berwarna merah, terlihat sangat anggun. kiranya Rahma berkenan Kakak akan mempersuntingmu sebagai istri.” Pesan singkat dari Kak Rizky.
Subhanallah, hatiku benar-benar dibuat melayang. Pasalnya Aku juga mencintainya. Semoga keputusan yang akan ku ambil tepat.
“Kakak, sungguh Rahma sangat tersanjung dengan tawaran Kakak, akan tetapi Rahma tidak mau terburu-buru dalam mengambil keputusan, sekiranya kakak berkenan menunggu, tunggulah jawaban adik 3 hari lagi.” Balasan dariku segera terkirim
Tak lama berselang handponeku berbunyi lagi, bunyi yang menandakan ada pesan masuk. Segera ku ambil dan kubaca isinya.
“Iya Ma, apapun keputusanmu, Kakak akan menerima dengan lapang dada. Kakak siap menunggu jawabanmu”
Pesan terahir dari Kak Rizky membuat tenang hatiku. Aku bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat isya dan di lanjut dengan sholat istihoroh, berharap mampu temukan Kak Rizky di alam tidurku.
Esoknya aku segera sms Kak Rizky
“Kak, hari ini Rahma siap menjawab lamaranmu. Akan tetapi Rahma tidak bisa membalasnya lewat sms ini. Nanti sore aku tunggu Kakak di rumah.”
***
“Bismillahirrohmanirrohim semoga keputusan saya ini tidak membuat kecewa semua orang yang ada disini. Ahirnya saya memutuskan untuk menerima lamaran Kakak.” Jawabku ketika utusan dari keluarga Kak Rizky menerangkan tujuannya bersilaturrahmi.
Air mata pun mulai membasahi pipi, tak ada kata yang bisa diungkapkan hanya untaian bahagia yang aku rasakan.
“Dik Rahma, terimakasih atas jawabannya. Bapak turut bahagia. Semoga Rizky bisa menjadi Imam bagimu dan anak-anakmu kelak. Oya atas rasa syukur ini, Bapak akan menghadiahkan dua paket umroh untuk kalian berdua. Sekalian berbulan madu hahaha.” Kata pak Soleh sambil tertawa.
Allahu Akbar, sungguh Indah nian rencanamu. Dua gembira yang kini ku terima. Kau kirim aku calon suami yang soleh dan juga undangan-Mu ke Tanah suci. Ku peluk Bunda yang berada disampingku. Bulir bening itu kian membanjiri, sungguh aku tak mampu menahannya. Rasa bahagia ini mampu membuat Aku dan Bunda tenggelam dalam tangis.